Skip to Content

Ketika Pintu Terbuka: Mahasiswa Monash Kembangkan Kunci dari Printer 3D untuk Cegah Penyebaran COVID-19

C

  • Muthu Vellayappan, mahasiswa Department of Materials Science and Engineering di Monash University, telah mengembangkan ‘Kunci Pengaman’ yang dicetak 3D untuk mengurangi penyebaran penyakit seperti COVID-19 di komunitas.
  • ‘Kunci Pengaman’ ini dapat mengeliminasi kontak langsung dengan pegangan pintu, tombol lift, ATM, bus dan tram, serta tombol penyeberangan pejalan kaki di lampu merah.
  • Biaya produksinya kurang dari 1 dollar dan butuh sekitar 60-90 menit untuk membuat satu kunci.

Seorang mahasiswa teknik di Monash University menggunakan teknologi cetak 3D untuk membuat alat plastik yang murah dan aman untuk membuka pintu dan memencet tombol - menghilangkan kebutuhan kontak tangan langsung di permukaan yang berpotensi terkontaminasi di era COVID-19 ini.

Muthu Vellayappan, mahasiswa PhD, telah menemukan alat sederhana yang dapat membantu mengeliminasi kontak langsung dengan pegangan pintu, tombol lift, ATM, flush toilet dan pengering tangan, serta area-area lain yang mungkin terkontaminasi virus.

Setelah menonton video tentang orang-orang bersin dan meludah ke tangan mereka lalu sengaja menyentuh pegangan pintu dan tombol lift, Muthu langsung ke lab untuk mendesain dan mencoba sebuah alat yang dia sebut sebagai ‘Kunci Pengaman’ pada awal Maret untuk mencegah penyebaran virus di dalam komunitas.

Di bawah bimbingan Professor Neil Cameron, Head of the Department of Materials Science and Engineering di Monash University, Muthu membuat 30 prototipe kunci yang dia bagikan ke staff Monash, dan 10 buah lainnya ke rumah sakit di sekitar kampus.

Muthu mengatakan bahwa kunci tersebut multifungsi dan dapat bekerja untuk pegangan pintu berbentuk L dan U, yang sering ditemukan di pusat perbelanjaan, rumah sakit, universitas, serta di tempat-tempat yang banyak pejalan kaki seperti lampu merah, tombol di bus dan tram, ATM, dan lift.

Dia juga sedang mencari modifikasi lain dari kunci tersebut sehingga bisa digunakan di pegangan troli supermarket.

Yang terpenting, biaya untuk memproduksi satu kunci menggunakan printer 3D adalah kurang dari 1 dollar, sudah termasuk bahan-bahan dan pembuatannya. Dengan dukungan industri atau pendanaan tambahan, biayanya bisa lebih murah, jika desainnya dibuat untuk produksi massal.

Meskipun motivasi utama dalam membuat kunci ini adalah untuk menghentikan penyebaran COVID-19 di dalam komunitas, Muthu mengatakan bahwa kunci ini juga dapat mencegah virus dan bakteri lainnya yang menyebar dari permukaan ke manusia di wilayah dengan frekuensi publik tinggi.

“Desain pertama sangat besar dan hanya punya satu alur, tidak cukup untuk berbagai macam ukuran pegangan pintu berbentuk L yang ada di komunitas kami,” kata Muthu.

“Dengan ukuran yang lebih kecil dari handphone, saya bisa menyesuaikan kunci itu agar sesuai dengan beberapa pegangan pintu di kampus - memungkinkan saya untuk membuka dan menutup setiap pintu tanpa harus ada kontak langsung dengan pegangan pintu.

“Biasanya kita rentan terhadap infeksi di tempat-tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan toilet umum, dimana pegangan pintunya berbentuk L.

“Membersihkan kuncinya juga mudah sekali - karena terbuat dari plastik, cukup cuci dengan air hangat dan sabun.”

Muthu tidak mencari paten untuk produknya, dan telah bersedia untuk berbagi desainnya dengan seluruh orang di dunia yang punya akses ke printer 3D.

“Sekarang penting bagi setiap orang di dunia untuk punya akses langsung ke alat-alat yang dapat mencegah penyebaran virus ini. Kehidupan orang bergantung pada inovasi kecil apapun - terutama seperti ‘Kunci Pengaman’ ini yang hemat biaya dan mudah diproduksi,” kata Muthu.

Professor Cameron memuji inovasi Muthu: “Ini adalah contoh bagus tentang betapa kreatifnya mahasiswa PhD kami. Saya harap ‘Kunci Pengaman’ dari Muthu ini dapat diadopsi secara luas dan membantu mengurangi penyebaran COVID-19 di dalam komunitas.”

Untuk melihat atau mengunduh video penggunaan ‘Kunci Pengaman’ ini, silahkan kunjungi https://www.youtube.com/watch?v=zubHOuKXxBU&feature=youtu.be