Skip to Content

Pelopor Wadah Digital untuk Musisi Independen

Charles Caldas memastikan bahwa seniman independen dapat memaksimalkan kesempatan yang terus terbuka bagi mereka.

  • Sektor musik independen mewakilkan sepertiga dari industri rekaman musik, namun sifatnya yang terfragmentasi membuat musisi independen sulit direpresentasikan secara online.
  • Alumni Monash, Charles Caldas, melihat peluang besar bagi musisi dan label rekaman independen untuk “bersaing dengan label besar” dalam pasar online.
  • Sejak diluncurkan tahun 2008, perusahaan Caldas, Merlin, telah tumbuh menjadi agensi terbesar yang mewakilkan hak-hak digital dari musisi independen di layanan streaming seperti Spotify.

Pengalaman Charles Caldas di universitas menempatkannya pada jalur dimana dia akan mendirikan perusahaan bernilai jutaan dolar. Dan perusahaan itu tumbuh bukan dari hal yang dia pelajari, melainkan dari sumber tak terduga.

Sumber tersebut adalah band yang dibentuk oleh seorang mahasiswa seni di Monash University. Merekalah figur penting di masa depan Caldas dan membawanya menjadi co-founder dan CEO dari agensi hak digital Merlin.

Caldas telah memimpin Merlin selama 12 tahun - sebuah agensi yang merepresentasikan ribuan label rekaman independen dari 63 negara di dunia di dunia musik online yang tidak baru ini, dan menghasilkan 845 juta dolar AS tahun lalu.

Melalui perusahaan non-profit ini, label rekaman independen yang mendaftarkan diri ke Merlin dengan biaya kecil akan dijamin mendapat royalti dari layanan streaming seperti Spotify dan YouTube, dan sebagian dari keuntungan tahunan Merlin yang terus tumbuh tiap tahun sejalan dengan ekspansi sektor musik digital yang tidak berhenti.

“Kami memberikan para label alat dan kemampuan untuk masuk ke dalam pasar dengan cepat dan efisien, dan juga kompetitif - serta langsung melihat manfaatnya,” katanya. “Sungguh memuaskan dalam melihat globalisasi musik ini dan label kami yang tumbuh bersamanya.”

Ketertarikan Caldas akan musik independen datang dari menjadi bagian di sektor tersebut - lewat stasiun radio Monash 3MU dan band-nya, These Future Kings, yang dibentuk, berlatih, merekam, dan bermain di Monash. Lewat band itu, Caldas “terjun ke dalam industri,” mengemas kotak selama musim liburan di label rekaman independen kecil.

Dari situ, dia pindah ke Shock Entertainment, dimana - selama lebih dari 16 tahun, termasuk sembilan tahun sebagai CEO - dia membantu “enam orang bekerja dari rumah kecil” tumbuh menjadi salah satu perusahaan musik independen di Australia. Dan melalui pengalaman ini, Caldas terekspos dari awal terhadap kekuatan baru yang akan merubah distribusi musik - unduhan (download) digital.

Tapi, meskipun banyak stigma negatif tentang runtuhnya skema tradisional tadi, terutama dalam kaitannya dengan pembajakan, Caldas melihat sebuah kesempatan - dan sebuah kewajiban. Dia mengatakan bahwa sifat inti sektor independen, meskipun mewakili sepertiga dari pasar industri rekaman, adalah terfragmentasi. Dan hal itu mempersulit keinginan para musisi independen untuk direpresentasikan secara online.

Tidak seperti label major seperti Sony dan Warner yang, dengan infrastruktur global mereka, dapat merangkul kepentingan online dari ribuan artis dengan satu perjanjian lisensi, bisnis musik digital baru dihadapkan pada keharusan untuk bernegosiasi dengan perjanjian individu dengan banyak label independen. Dan juga, banyak label independen yang melaporkan bahwa mereka ditawarkan syarat yang lebih rendah dibandingkan dengan label major oleh beberapa wadah distribusi.

Menyamakan kompetisi

Caldas melihat bahwa sektor independen butuh entitas representatif pusat untuk mendorong penghalang bagi musisi baru dan meyakinkan artis-artisnya dapat “berkompetisi langsung dengan label musik besar” di pasar online.

“Prinsip dasar Merlin adalah membuat solusi satu atap yang global dan efisien agar layanan musik digital apapun dapat mengakses repertoar (daftar lagu) independen lewat satu organisasi.”

Pada akhirnya, di tahun 2008 - tahun yang sama dimana layanan musik digital Spotify yang sekarang ada dimana-mana ini diluncurkan - Caldas membangun Merlin yang berkolaborasi dengan beberapa label rekaman independen ternama.

Meskipun awalnya ada tantangan-tantangan logistik, Caldas mengatakan para label rekaman semangat sekali dengan prospek bahwa wadah (platform) digital yang tersedia dapat mengelak dari cara distribusi tradisional dan memberikan musik langsung ke pendengar.

“Setiap label independen selalu berpikir bahwa mereka bekerja dengan musisi yang luar biasa, dan jika mereka dapat memberikan langsung musik itu ke pendengar, mereka akan sangat senang,” kata Caldas.

Dan tentu saja mereka senang. Merlin mengumumkan di bulan Juni bahwa, sejak peluncurannya, mereka telah mengembalikan lebih dari dua miliar dolar AS kepada semua anggotanya - label dan musisi independen dari seluruh dunia, termasuk pasar non-tradisional yang sedang naik daun di Brazil dan Indonesia.

Itu adalah angka yang didorong oleh pertumbuhan dinamis nan luar biasa dari layanan streaming yang telah mengglobalisasikan sektor ini dan membuat toko musik virtual dengan ruang tanpa batas.

Dan itu adalah angka yang menutupi target 10 juta dolar AS yang dibuat oleh Caldas dan pendiri Merlin lainnya ketika mereka memulai perusahaan ini.

“Ide bahwa saya akan mengontrol uang sebanyak itu … rasanya saya tidak akan mengambil pekerjaan ini jika saya sudah tahu dari awal,” katanya.

Kembali ke akar rumput

Sekarang, saat telah membantu Merlin mencapai level tersebut, Caldas mundur dari posisinya sebagai CEO dan tengah bersiap untuk perjalanan karir berikutnya. Jangan pernah takut untuk mencoba sesuatu yang baru - seperti yang dia lakukan dengan Merlin dan Shock - Caldas pun mencari kesempatan baru lagi di level grassroots.

“Merlin sudah jadi sebuah kesuksesan luar biasa bagi saya dan suatu keistimewaan bagi saya karena pernah menjadi bagian dari situ, tetapi yang mendorong saya adalah membantu banyak organisasi bernavigasi dalam perubahan dan kesempatan - untuk pergi dari ‘titik A’ ke ‘titik B’ berdasarkan pertumbuhan dan inovasi - dan sekarang saatnya untuk tantangan seperti itu,” kata Caldas.

Musik independen, katanya, akan terus menjadi fokusnya, karena sektor tersebut terus berkembang di seluruh dunia. “Kami akhirnya melihat pasar dimana kualitas berada di puncak - dimana label merilis musik bagus oleh artis-artis luar biasa dan punya kesempatan untuk menampilkannya di depan konsumen global,” katanya. “Banyak sekali hal yang terjadi di ruang lingkup ini dan banyak perkembangan teknologi serta pasar-pasar baru, jadi saya akan mencari proyek yang membuat fase ini sama menariknya dengan pekerjaan saya sebelumnya.”

Dan, setelah 12 tahun tinggal di London sebagai ekspat, Caldas dan keluarga mulai berpikir untuk kembali. “Secara pribadi, kami sedang melihat kembali dimana rumah kami sebenarnya dan dimana kami ingin menghabiskan tahap hidup kami selanjutnya,” kata Caldas. “Dan ketika Anda melihat dimana teman-teman Anda berada, mereka biasanya ada di kota asal dan kota dimana mereka kuliah.”