Tentang Pusat Keterlibatan Indonesia Monash Herb Feith

Pusat Keterlibatan Indonesia Monash Herb Feith adalah sebuah platform dinamis yang membina kolaborasi dan pertukaran yang kuat antara peneliti akademis, industri kreatif, dan pemerintah, serta pemimpin alumni dari seluruh Monash dan Indonesia. Platform ini bertindak sebagai pusat yang melibatkan Indonesia, menyediakan wadah yang dapat menjangkau media dari Monash dan mitra Indonesia melalui ringkasan penelitian, komentar tentang isu-isu publik, video singkat dan unggahan sosial media.
Pusat Keterlibatan Indonesia Monash menyambut Associate Professor Sharyn Davies sebagai direktur barunya. Bergabung dengan Monash dari Selandia Baru, Associate Professor Davies diakui secara internasional sebagai ahli di bidang Studi Indonesia dan atas kontribusinya terhadap pemolisian di Indonesia, khususnya dalam hal korupsi polisi, media sosial, pengawasan, serta gender dan seksualitas. Associate Professor Davies akan sangat berjasa dalam memajukan keterlibatan Universitas yang kuat dengan Indonesia.
Pusat Keterlibatan Indonesia Monash mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Profesor Emeritus Ariel Heryanto, sebagai Direktur Pusat Keterlibatan Indonesia Monash Herb Feith (periode 2018-2020). Beliau memiliki prestasi luar biasa dalam pembentukan Pusat dan keterlibatannya yang berdampak telah berhasil melanjutkan peninggalan Profesor Herb Feith serta berkontribusi untuk memperdalam pemahaman kontemporer dan sejarah Indonesia. Ucapan terima kasih yang hangat juga ditujukan kepada Profesor Julian Millie atas pekerjaannya di Pusat Keterlibatan Indonesia Monash sebagai Direktur Pelaksana selama beberapa bulan terakhir.
Pada tahun 2019, Pusat Keterlibatan Indonesia Monash memperkuat dan memperdalam keterlibatan dengan Indonesia melalui sejumlah inisiatif di bawah arahan Profesor Emeritus Ariel Heryanto, di antaranya:
- Herb Feith Dialogues, menampilkan Dr Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia (diadakan di Jakarta), Profesor Arskal Salim, Kepala Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Indonesia, dan Dewi Lestari yang meraih penghargaan sebagai penulis, penyanyi dan penulis lagu.
- Monash Indonesian Seminar Series (MISS), bekerja sama dengan Louis Matheson Library menyelenggarakan seminar bulanan tentang isu-isu dan topik penelitian tentang Islam, media dan lingkungan, film, wanita dalam kepemimpinan.
- Herb Feith Centre International Conference, 'Orang Cina Indonesia: Identitas dan Sejarah' yang dihadiri oleh lebih dari 100 delegasi termasuk masyarakat, mahasiswa PhD dan pemimpin akademik dari berbagai disiplin ilmu.
- Kedutaan Besar Australia, perayaan ulang tahun ke-70 hubungan diplomatik antara Australia-Indonesia di Jakarta dan Makassar, di mana Profesor Emeritus Ariel Heryanto menjadi pembicara utama.
Pusat Keterlibatan Indonesia Monash berperan penting dalam mendukung dialog kontemporer tentang topik-topik seperti pemberdayaan perempuan, media, lingkungan dan agama.
Dinamakan untuk mengenang Herb Feith, seorang cendekiawan Monash dan aktivis yang terlibat dalam memimpin penelitian internasional politik Indonesia, Pusat Keterlibatan Indonesia Monash dengan bangga melanjutkan hubungan dengan warisan kolaborasi positifnya, serta pendekatan kritis dan tanpa kekerasan terhadap resolusi konflik dan hak asasi manusia. Herb Feith adalah pemimpin yang tangguh dalam pengembangan studi Indonesia di Australia, dan juga berhasil menyatukan kedua negara, menginspirasi generasi untuk mengikuti jejak aktivisme dan memperjuangkan apa yang benar. Baca lebih lanjut tentang Herb Feith.
“Kehadiran Pusat Keterlibatan Indonesia Monash sangat penting dalam menciptakan perubahan, sehingga hal inilah yang membuatnya begitu signifikan untuk didirikan di Australia dan Jakarta. Herb Feith adalah pendiri studi Indonesia dan Pusat Keterlibatan Indonesia Monash yang dinamai menggunakan namanya akan melanjutkan tradisi itu.”
—Duta Besar Gary Quinlan